Gaya Dulu Sebelum Kekantor

Gaya Dulu Sebelum Kekantor

fotogaya

Sebelum kekantor sempatkan diri dulu bergaya, supaya tetap semangat menjalankan tugas.

Read More

Ritual Adat Mattaungeng

Kekayaan budaya lokal tercermin dari sikap warga yang masih memegang teguh adat istiadat setempat. Sikap saling hormat-menghormati (sipakatau) dan lain sebagainya adalah salah satu contoh kekayaan budaya lokal warga Soppeng dan tentunya daerah-daerah lain yang masing mempertahankan kekayaan budaya lokal mereka. Begitupun dalam melaksanakan ritual-ritual adat betapa tercermin makna dan simbol kekayaan budaya lokal yang telah terpelihara secara turun temurun tersebut.

Ritual adat Mattaungeng (Genap Setahun)  Lakelluaja adalah salah satu contohnya. Ritual adat ini dilakukan di Desa Tinco yang masuk wilayah Kecamatan Lalabata Kelurahan Ompo. Di Tinco, terdapat situs budaya yang bernama Lakelluaja, yang arti bebasnya tempat mencukur rambut. Alkisah ditempat ini, La Temmamala  yang berjuluk Petta Pallaung Ruma’e mencukur rambutnya dan setelah itu naik ke langit. Adapun tempat melakukan ritual tersebut masih terpelihara dengan baik. Nama La Temmamala sendiri bisa diartikan dalam dua kata La Temma (selamat) Mala (menyelamatkan). Adapun arti penamaan ini dapat kita baca dalam kisah Sianre Bale (Masa Kekacauan). La Temma Mala juga bergelar Petta Pallaung Ruma’e dimana sejak kepemimpinannya mampu memberikan contoh bagaimana bercocok tanam kepada rakyatnya sehingga terbebas dari kelaparan.

Salah satu bukti bagaimana warga pada masa itu bercocok tanam adalah adanya peninggalan Batu Pananrang (batu ramalan)  yang menggambarkan petunjuk tentang hari-hari yang baik untuk menanam padi. Selain itu, terdapat pula batu yang dipakai untuk bermain yakni Maggulaceng (congklak). Permainan kuno ini merupakan permaianan orang-orang dulu sambil menjaga sawahnya.

Ritual Adat Mattaungeng sendiri dilakukan setiap tahun oleh warga Tinco dengan persetujuan keluarga pewaris kerajaan Soppeng. Ritual ini dimulai dengan proses penyampaian  (Matteddu) oleh perwakilan warga dalam hal ini diwakili oleh anak cucu Matoa Tinco ke pewaris kerajaan dan dilanjutkan dengan (Madduppa) atau undangan resmi dari pihak perwakilan warga kepada pewaris kerajaan. Adapun inti dari ritual tersebut adalah membawa Arajangnge (Pusaka Keramat) kerajaan Soppeng yang selama ini berada di Bola Ridi’e ke Lakelluaja. Disana berbagai ritual telah dipersiapkan untuk menyambut Arajangnge Soppeng diantaranya Sere Bissu (tarian kasim) dan Mappadendang (tarian khas suku Bugis).

Inilah salah satu kekayaan budaya yang seyogyanya kita lestarikan, dimana tergambar betapa masyarakat bersatu padu dalam satu ikatan emosional duduk bersama-sama (tudang-tudangeng) antara pemimpin dan rakyatnya membicarakan berbagai persoalan yang ada. Selain itu, ritual adat tersebut juga mencerminkan rasa syukur mereka terhadap penghidupan yang mereka jalani selama ini dan berharap agar penghidupan mereka ditahun yang akan datang dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Sahabat bisa mendapatkan ebook gratis lengkap dengan foto, Klik Disini!
Password : qflee

 

 

-qflee

Read More

Absen Sidik Jari Meningkatkan Disiplin Pegawai

Absen Sidik Jari Meningkatkan Disiplin Pegawai

Absen sidik jari dilingkup Pemkab Soppeng akan berlaku ekfektif hari ini, Senin 3 Oktober 2011. Beragam komentar serta tanggapan akan keberadaan absen sidik jari tersebut. Umumnya para pegawai masih awam dengan adanya teknologi baru absensi ini. Meski demikian, pemerintah telah mengumunkan bahwa absen sidik jari tersebut akan diberlakukan Senin mendatang. Sebelumnya terlihat para petugas operator telah mengambil contoh sidik jari dari para pegawai lingkup Soppeng guna memverifikasi data-data untuk dimasukkan pada server absen sidik jari yang dipasang disetiap SKPD-SKPD. Untuk memberikan kemudahan bagi para pegawai melakukan absen maka alat tersebut dipasang disetiap sudut-sudut kantor. Hal ini dilakukan guna mengurangi terjadinya antrian yang panjang pada saat pegawai melakukan absen. Dari beberapa kali simulasi yang dilakukan terlihat bahwa rata-rata setiap pegawai yang ingin melakukan absensi sidik jari membutuhkan waktu lebih kurang satu menit. Baca juga tips merawat mesin absen sidik jari disini

absen sidik jari

Berikut waktu untuk melakukan absen sidik jari untuk lingkup Pemda Soppeng:

Senin dan Jumat
1. Upacara dan senam pada pukul 07.30 (Absen manual dari BKD di lapangan)
2. Selanjutnya absen sidik jari dikantor
3. Bagi yang terlambat (tidak ikut upacara dan senam) tetap harus absen sidik jari menandakan bahwa jam berapa yang bersangkutan masuk kantor hari itu.

Selasa Rabu Kamis
1. Absen sidik jari dimulai pada pukul 07.00-07.30 leat dari itu dianggap tidak mengikuti apel pagi
2. Selanjutnya apel pagi (absen manual dilapangan untuk pemda)
3. Bagi yang tidak ikut apel pagi tetap harus absen sidik jari menandakan bahwa jam berapa yang bersangkutn masuk kantor hari itu.

Istirahat
1. Senin-Selasa-Rabu-Kamis : 12.00-13.00
2. Jumat : 11.45.13.15

Perhatian
1.Mulai berlaku tanggal 3 Oktober 2011
2.Bagi yang tidak hadir harap menyertakan alasan ketidakhadiran
3.Diharapkan kepada semua pegawai untuk menyesuaikan jam kerja dengan jam yang ada dimesin absen sidik jari (jam BKD).

Dengan kehadiran absen sidik jari tersebut tentu membuat para pegawai untuk selalu disiplin terhadap jam kerja. Sebab jika tidak ini akan berdampak pada pengurangan Tambahan Pendapatan Pegawai (TPP) yang telah ditetapkan sebelumnya. Data kehadiran para pegawai tersebut untuk setiap bulannya akan direkap oleh BKD sekaligus melihat siapa-siapa para pegawai yang tidak memenuhi kewajibannya untuk hadir tepat waktu. Dengan sistim absen sidik jari ini juga akan menutup celah bagi para pegawai yang hendak “bermain-main” dengan kehadiran mereka dikantor, sebab data sidik jari mereka telah terekam dalam server sehingga tidak bisa lagi diwakilkan untuk absen di setiap hari kerja.

Mesin absen sidik jari ini tentu tak luput dari kecurangan para pegawai yang memiliki kedisilinan rendah, untuk itu beberapa langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mengurangi terjadinya kerusakan terhadap mesin absen sidik jari tersebut:

1. Penempatan mesin absen sidik jari
Dalam menempatkan mesin absen sidik jari tersebut sebaiknya ditempat yang mudah dipantau, misalnya di ruang front office, ruang satpam/security atau ruang utama. Bisa juga dengan menggunakan kamera pengawas CCTV sehingga membuat pegawai yang hendak berbuat curang berpikir dua kali untuk melakukannya.

2. Kotak Pelindung
Untuk melindungi mesin absen sidik jari, kita bisa membuat kotak khusus untuk melindungi mesin dari panas dan hujan atau benda cair lainnya. Dan lebih amannya bisa ditambahkan dengan kunci pelindung serta gembok. Jadi yang terbuka hanya tempat untuk meletakkan sidik jari.

3. Screen Protektor
Karena sensor alat absen sidik jari sangat peka maka perlu dilindungi dari benda cair atau kasar. Alat ini banyak didapatkan di toko-toko aksesoris hp atau komputer sedangkan ukurannya bisa disesuaikan dengan permukaan sensor mesin absen sidik jari.Pemakaian screen protektor tersebut harus tepat sehingga tidak menghalangi mesin sensor membaca tekstur absen sidik jari.

Read More

PNS Disiplin Mendapatkan TPP

PNS Disiplin Mendapatkan TPP

PNS atau Pegawai Negeri Sipil akhir-akhir menjadi sorotan banyak pihak. Kebutuhan serta ketersedian menjadi perdebatan yang sangat panjang mengenai nasib pegawai negeri sipil tersebut. Mulai tahun ini pula, pemerintah mengeluarkan kebijakan moratorium PNS dimana banyak pihak yang mempertanyakan apa sebenarnya maksud dari kebijakan tersebut. Walaupun begitu, disisi lain pemerintah tetap terus berusaha untuk memperbaiki pola rekrutmen para pegawai negeri sipil yang berujung pada pembentukan disiplin serta etos kerja yang tinggi. Warisan dari pemerintahan lalu yang membuat barisan korps PNS menjadi komoditas politik juga sangat berpengaruh pada pembentukan kepribadian pegawai negeri sipil yang profesional dan kompetitif.

PNS

Citra buruk yang terlanjur melekat pada sosok PNS inilah yang coba diperbaiki dengan cara melakukan perombakan total dimulai dari pola penerimaan pegawai hingga pada metode pembinaan para pegawai tersebut. Salah satunya peningkatan disiplin PNS dengan memberikan tambahan penghasilan pegawai (TPP) yang disesuaikan dengan tingkat kehadiran masing-masing pegawai. Menurut Kamarudin, Kabid Mutasi Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD) Soppeng, pemberian TPP sesuai Perbup Nomor 12/PER-BUP/VIII/2011. Menurutnya, pemberian TPP tersebut berdasarkan pertimbangan objektif dan disesuaikan kemampuan keungan daerah, Kamaruddin menambahkan pemberian tunjangan tersebut berdasarkan kinerja PNS yang bersangkutan.Tunjangan yang didapatkan PNS bervariasi tergantung tingkat kedisiplinan yang bersangkutan.

TPP mulai diberlakukan September ini. Besarnya tunjangan disesuaikan tingkat kedisiplinan PNS. Kamaruddin menjelaskan, tunjangan tersebut akan didapatkan seluruh pegawai. Terkecuali jabatan fungsional guru, pengawas dan pegawai tenaga kependidikan. Serta PNS yang melaksanakan tugas belajar, cuti besar dan cuti di luar tanggungan negara. Dia melanjutkan, bagi PNS yang absen akan dipotong 4 persen per hari. Yang tidak mengikuti apel pagi dan pulang dipotong satu persen, begitupula sakit tanpa pemberitahuan dipotong 4 persen, sakit dengan pemberitahuan lebih dua hari dipotong 4 persen dan sakit dilengkapi keteragan dokter maksimal 14 hari dipotong 2 persen. Kamaruddin mengatakan TPP tersebut diberikan sesuai tunjangan jabatan struktural dan jabatan fungsional fungsional umum. Dia merinci untuk fungsional umum mendapatkan tambahan per bulan Rp180 ribu, esalon IVa Rp540 ribu, IVb Rp490.000, IIIa Rp1.260.000, IIIb Rp980.000, IIa Rp3.250.000 dan IIb Rp3.025.000. Jumlah tersebut akan didapatkan full sepanjang tidak pernah absen. Baca selengkapnya disini.

Walaupun masih baru tetapi sistem absen elektronik nantinya diharapkan bisa mendongkrak kedisipilinan para PNS khususnya dilingkup Pemkab Soppeng. Disamping itu penertiban seragam para PNS juga turut menjadi perhatian utama pemerintah Kabupaten Soppeng, seperti diketahui bahwa sejak diberlakukannya otonomi daerah maka banyak daerah-daerah yang mempunyai kebijakan tersendiri tentang seragam lengkap pegawai negeri sipil. Namun sekarang penertiban seragam PNS mendapat perhatian khusus Bupati Soppeng, H.A. Soetomo dengan cara menegur langsung para pegawai yang kebetulan tidak memakai seragam lengkap dengan atribut masing-masing.

Begitu pula dengan apel pagi dan sore yang biasanya sangat kurang dihadiri sekarang telah kembali ramai dihadiri oleh para PNS lingkup Pemkab Soppeng. Kesadaran para pegawai  ini tentunya diharapkan bisa menjadi teladan bagi masyarakat. Dan kiranya disiplin ini bukan karena dorongan adanya tambahan penghasilan pegawai atau karena takut karena kena sanksi tapi hendaknya muncul dari dalam diri setiap insan PNS sebagai wujud tanggung jawab sebagai PNS.

Read More

Switch to our mobile site