Boeing 350 diluncurkan akhir 2014

Boeing 350 diluncurkan akhir 2014

EADS sebagai induk perusahaan Airbus mengatakan akan tetap mengembangkan pesawat jenis baru yaitu 350 walau diterjang berbagai masalah seperti pada Boeing 787 Dreamliner.

“Kasus ini tidak akan mempengaruhi program kami (mengembangkan A350),” ujar Direktur Strategis EADS Marwan Lahoud dikutip dari AFP, Rabu (23/1/2013).

Read More

Cerita Blogger Rusia Yang Selamat dari Kecelakaan Sukhoi

Sergey Dolya membatalkan rencananya bergabung pada joy flight kedua Sukhoi Superjet 100. Selamat dari maut, Dolya mengisahkan SSJ100.

“Saya banyak bepergian dan memotret,” tulis Sergey Dolya pada blog pribadinya.

Ketika pesawat malang SSJ 100 terbang kali kedua, Dolya tidak ikut di dalamnya. Dia memilih tinggal di Lanud halim untuk memotret pesawat Rusia itu lepas landas. Keputusan terbaik dalam hidupnya.

Sergey lalu memuat kisah perjalanannya dalam blog LiveJournal. Blog ini kini menjadi populer setelah peristiwa kecelakaan SSJ 100 di Gunung Salak.

Dolya membagi kisah indah terbang bersama SSJ 100. Perjalanannya bersama Sukhoi melewati tiga negara; Kazakhstan, Pakistan, dan Myanmar. Blogger Rusia ini membagi pula perjalanannya melintasi ekuator. Tawa dan canda terlihat dalam pesawat sebelum berakhir nahas.

Selama persimpangan khatulistiwa, mereka menggelar perayaan Neptunus. Dolya berjalan dalam pesawat dengan bertelanjang dada, mengenakan jenggot putih palsu, dan memegang trisula. Pada 8 Mei itu Dolya memajang fotonya berkostum Neptunus. Bahkan, pilot pesawat pun tampak tertawa dan memotret tingkah kocak Dolya. Semua berpesta dengan disuguhi sampanye saat itu.   
 
Dolya memamerkan pertemuannya dengan “selusin pramugari lokal” ketika tiba di Indonesia. Dia merasa bingung ketika dikelilingi orang-orang yang berbincang dengan bahasa Indonesia.

Setelah bersenang-senang dengan Sukhoi, Dolya menerima kabar buruk mengenai SSJ 100 yang hilang kontak. Perkembangan informasi mengenai pesawat itu pun ditulisnya pada akun Twitter @dolyasergey. Dia terus mengabarkan hingga proses evakuasi.

Bantah Isu

Pada blognya, Dolya juga membantah diskusi pada forum Airliners.net mengenai tombol Sistem Perkiraan Peringatan Dini yang mati.

Foto yang dimuat Dolya memperlihatkan tombol peringatan bahaya pada SSJ100 dalam posisi mati (off). Dolya pun memberikan klarifikasi pada 12 Mei 2012.
  
Foto yang dia ambil itu tercatat waktu: 5 jam 45 menit 53 detik hingga 29 detik. Sementara tombol yang tampak mati itu mulai menyala pada 5 jam 45 menit dan 24 detik. Superjet dirancang sedemikian rupa sehingga dalam waktu kisaran 35 detik baru tombol menyala. Sistem ini seperti menyalakan PC yang tidak dapat langsung hidup seketika.

Menurut Dolya, indikator tombol menyala ini persoalan standar untuk 35 detik pertama. Pada foto yang diambil 9 jam 7 menit dan 22 detik sebelum demonstrasi terbang yang kedua, terlihat jelas tombol itu telah diaktifkan.
Kabar 140 karakter senantiasa diperbaruinya dengan terus memantau informasi seputar pesawat malang Sukhoi Superjet 100. Kini waktu Dolya disibukkan untuk menulis status terbaru pada akun Twitter-nya. Bahkan, Dolya menulis dia tidak punya waktu menulis panjang di blog.

“Ini tidak ditulis dalam waktu yang lama. Tidak ada waktu. Semua informasi terbaru tentang saya ada di Twitter,” tulisnya pada Sergeydolya.livejournal.com. Sumber berita baca
disini! Semoga bermanfaat.

Indonesia Banget – qflee

Read More

Tertawakan Sukhoi Pramugari Dipecat

Tragedi pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak,Rabu tanggal 9 Mei 2012 tidak hanya telah menelan korban begitu besar dari penumpang di dalam Sukhoi itu sendiri,akan tetapi juga telah menimbulkan korban salah seorang pramugari bernama Ekaterina Solovyeva dari perusahaan penerbangan raksasa negara Rusia, Aeroflot.

Tragedi terhadap pesawat kebanggan Rusia tersebut telah mendapat sorotan khusus dari masyarakat internasional,terutama masyarakat Rusia negara asal Sukhoi itu sendiri.Bahkan Sukhoi sepertinya identik dengan kredibilitas negara bekas Uni Sovyet itu,sehingga bagi siapapun warga Rusia yang menertawakan tragedi Sukhoi akan segera mendapat sanksi yang tidak disangka-sangka sebelumnya.

Hal inilah yang menimpa salah seorang pramugari Aeroflot,Ekaterina Solovyeva yang menertawakan Sukhoi di akun Twitternya.Meskipun ia telah menghapus kicauannya itu,namun rupanya ada orang yang berhasil merekam kicauannya tersebut,lalu melaporkannya kepada Aeroflot tempat ia bekerja selama ini.

Ekaterina Solovyeva memang menyesali kicauannya di dunia maya,tetapi ia akhirnya juga tetap di pecat dari Aeroflot.Begitu tegasnya Rusia menerapkan nilai-nilai- dan norma-norma sosial teerhadap warganya yang menertawakan Sukhoi,sebagai kebanggaan negara Rusia.Hal ini bisa menjadi suatu pembelajaran bagi waraga Rusia lainnya,supaya tidak coba-coba meremehken produksi kebanggaan  negaranya.

Berbeda dengan di Indonesia,meskipun sering sekali terjadi bencana namun para elitenya masih bisa saja berpelesiran keluar negeri dengan dalih studi banding,serta sangat bangga terhadap barang-barang yang berasal dari produksi luar negeri.Indonesia meskipun memiliki industri kedirgantaraan yang memproduksi pesawat terbang ,tetapi masih ada warga Indonesia yang membeli pesawat terbang sejenis dari luar negeri dengan harga lebih mahal.Padahal produksi Indonesia juga lebih bermutu dan lebih murah harganya ,akan tetapi masih juga membeli dari China,seperti pesawat yang jatuh di pantai Papua tersebut.

Pemecatan terhadap pramugari Aeroflot,Ekaterina Solovyeva sebagai refleksi begitu tegasnya pemerintah Rusia dalam menerapkan nilai-nilai dan norma-norma sosial kepada warganya dalam konteks kebangsaan Rusia .Nasionalisme Rusia perlu dihormati oleh bangsa lain,serta harus di junjung tinggi dan merasa bangga kepada kebangsaannya.Kemungkinan itulah nilai-nilai dan norma-norma yang ditegaskan dalam pemecatan pramugari Aeroflot karena menertawakan Sukhoi itu. Sumber berita baca
disini! Semoga bermanfaat.

Indonesia Banget – qflee

Indonesia Banget – qflee

Indonesia Banget – qflee

Indonesia Banget – qflee

Read More

Switch to our mobile site