Anak Sumber Inspirasiku

Anak Sumber Inspirasiku

Anak adalah sumber inspirasi. Gak percaya? Baca tulisan saya ini! Sehabis makan malam rutinitas yang harus dilakukan adalah sikat gigi dan cuci kaki. Jika si sulung sudah tidak masalah lain lagi dengan si bungsu. Kalau tidak dibujuk susahnya minta ampun. Namun semua ini kami lakukan dengan penuh kebahagian.

anak

Selesai itu, semua kumpul di kamar. Walau berukuran kecil namun tetap saja serasa luas jika bersama dengan anak-anak. Satu lagi kebiasaan si sulung ketika beranjak tidur. Tanya sana-sini hingga saya sendiri sering kewalahan dibuatnya. Rasa ingin tahu yang begitu besar membuatnya sering bertanya dan tidak akan berhenti bertanya sampai menemukan jawaban memuaskan.

Kenapa begitu kenapa begini, kenapa harus begitu dan kenapa harus begini pertanyaan yang sering membuat saya senyum sendiri. Dasar anak-anak mereka selalu berusaha mengeksplore semuanya. Contohnya, waktu saya ditanya apa nama garis-garis dengan empat sisi dan ada yang miring. Setelah lama saya berpikir ternyata yang dimaksud adalah jajaran genjang pelajaran saya dulu waktu SD :)

Masa kecil adalah masa-masa yang penuh kebahagian. Bermain sambil belajar. Tiada hari tanpa belajar dan semuanya dilalui dengan ceria. Sungguh sebuah masa yang sangat menyenangkan. Melihat perkembangan si sulung, terbersit harapan semoga nanti bisa menjadi anak yang cerdas, saleh dan berbakti pada kedua orang tuanya. Amin.

Masih belum percaya bahwa anak adalah sumber inspirasi? Itulah inspirasi tulisan yang saya dapatkan hanya karena bermain dengan anak-anak. Silakan dicoba :)

Read More

Memori Meriam Bambu

Memori Meriam Bambu

Mendengar bunyi petasan dibulan Ramadhan membangkitkan kembali memori tentang meriam bambu yang pernah marak. Sungguh sangat mengasyikkan jika masuk bulan suci kami berlomba-lomba membuat meriam bambu. Ada yang bertugas khusus mencari bambu yang besar dan lurus dan ada juga yang mendapat bagian mencari minyak tanah. Saya tidak tahu apakah hilangnya dentuman meriam bambu ada hubungannya dengan semakin langka dan mahalnya minyak tanah sebagai bahan utama untuk meriam bambu. Kenyataan sekarang anak-anak malah lebih suka bermain petasan, kembang api dan mainan lainnya yang tentu lebih praktis dan efisien.

meriam bambu

Bermain meriam bambu memang membutuhkan perhatian ekstra. Maklum pada saat itu kalau tidak hati-hati bisa ditangkap sama bapak polisi. Kalau sudah tertangkap ceritanya sungguh menegangkan coba bayangkan meriam bambu yang masih panas harus diangkat sendiri dan dibawa ke kantor polisi dengan berjalan kaki. Kalau anak-anak sekarang tentu sangat susah membayangkan dirinya tertangkap dan harus membawa meriam bambu yang panas tersebut. Tapi itulah kenyataannya, walau resikonya cukup besar tapi tak menyurutkan semangat untuk bermain meriam bambu.

Adalah sebuah kebanggaan jika suara meriam bambu yang kita punya menggelegar sepanjang malam hingga waktu sahur. Bahkan terkadang suasana seperti sedang dalam medan pertempuran sungguhan. Sangat menegangkan dan mengasyikkan, disaat itu pula kita tetap waspada jika ada aparat polisi yang mendekat maka siap-siaplah mengambil langkah seribu sambil membawa meriam bambu tersebut. Lokasinya pun tak tanggung-tanggung, karena suara yang besar maka tentunya kita memilih lokasi yang sangat strategis yakni di kuburan :) Iya lokasi tersebut dianggap paling strategis dan aman dari “gangguan” bapak polisi.

Tentang lokasi kuburan banyak juga menyimpan cerita-cerita lucu, entah betul atau tidak tapi jika mengingatnya terkadang membuat senyum sendiri. Biasanya waktu memulai “perang” meriam bambu adalah tengah malam hingga menjelang sahur. Dan untuk operasionalnya butuh dua orang dengan alat bantu lampu minyak tanah plus kain penutup. Satu orang bertugas menutup lubang meriam bambu dan membukanya jika sudah ada kode atau perintah dari orang satunya sekaligus menyulut api dilubang pemicu sehingga mengeluarkan suara dentuman layaknya sebuah meriam asli. Selesai satu kali dentuman maka asap dalam meriam bambu tersebut harus dikosongkan kembali dengan cara meniupnya berulang-ulang kali. Ini dilakukan berungkali hingga meriam bambu semakin panas dan mengeluarkan bunyi yang semakin keras pula.

Terkadang saking asyiknya, kita sudah tidak memperhatikan sekeliling dan bahkan tidak ada perasaan takut apapun walau berada tepat ditengah-tengah kuburan. Pernah ada teman yang iseng dengan cara mengendap-endap mendekat tetapi dengan pakaian serba putih seperti pocong, spontan semuanya lari terbirit-birit ternyata yang diwaspadai bapak polisi ternyata yang datang penghuni kuburannya…he he he

Itulah sepenggal memori meriam bambu yang beberapa tahun terakhir ini sudah tak pernah terdengar lagi suaranya. Hilang tergerus oleh pesatnya kemajuan dan tergantikan oleh mainan yang serba elektronik dan otomatis. Selamat tinggal Meriam Bambu!

Read More

Menulis Artikel Dengan Senang Hati

Menulis Artikel Dengan Senang Hati

Menulis artikel adalah pekerjaan yang sangat mengasyikkan. Tulisan kali ini saya mengulas tentang situasi nyaman yang dibutuhkan untuk bisa berkreasi melalui sebuah tulisan. Untuk memulai menulis artikel yang dibutuhkan adalah konsentrasi dari penulisnya. Dalam kenyataannya memiliki konsentrasi terus menerus sangat susah apalagi dengan beban pikiran lain yang sering kali datang menghampiri seorang penulis. Salah satu contohnya adalah bagaimana seorang penulis bisa menyelesaikan sebuah tulisannya jika keadaan disekitarnya sama sekali tidak mendukung. Jadi yang saya ingin katakan bahwa dibalik sebuah gagasan menulis artikel ada dua faktor keberhasilan dari seorang penulis yakni karya tulis itu sendiri dan sukses mempertahankan konsentrasi dalam hal ini bagaimana seorang penulis bisa menjaga hati dan pikiran dari gangguan lain demi untuk menyelesaikan tulisannya. Baca juga panduan menulis artikel Wikipedia.

menulis artikel

Membangun konsentrasi sama susahnya dengan menjaganya. Biasanya konsentrasi penuh hanya dimiliki oleh para penulis produktif. Dan boleh dikata hampir sebagian besar waktunya tersita dengan konsentrasi menyelesaikan sebuah tulisan. Sedangkan bagi penulis yang kurang produktif seperti saya ini, konsentrasi dalam menulis artikel terkadang datang tidak menentu alias datang tidak diundang pulang tidak diantar. Sama halnya dengan kondisi sekarang, konsentrasi kembali datang menghampiri maka muncullah ide atau gagasan untuk menulis artikel pendek dengan topik suasana nyaman bagi seorang penulis untuk berkarya.

Konsentrasi tidak bisa dibeli itulah susahnya, seandainya sebuah konsentrasi bisa diperjual belikan tentu semua penulis akan memborongnya. Tetapi ada beberapa cara yang bisa dipakai agar konsentrasi datang dengan sendirinya. Salah satunya adalah lingkungan sekitar. Buatlah kondisi disekitar kamu senyaman mungkin sebelum memulai menulis artikel. Kalau perlu putar musik yang sesuai selera dan dengan suara yang tidak terlalu besar. Memilih waktu juga sangat menentukan, bagi penulis yang sudah berkeluarga apalagi memiliki anak yang masih kecil-kecil seperti saya lagi, maka waktu yang paling tepat adalah tengah malam dimana semuanya sudah tidur. Apalagi jika bulan puasa seperti sekarang sangatlah tepat, disamping bisa menyelesaikan menulis artikel sekaligus menunggu waktu sahur, asyik kan?

Itulah menurut hemat penulis senjata ampuh yang harus dimiliki oleh seseorang yang hendak memulai menulis artikel. Terserah mau menulis tentang topik apa yang penting dengan konsentrasi tinggi dibarengi dengan waktu dan tempat plus musik favorit yang mengalun pasti akan membuat jari-jari tidak mau berhenti untuk terus menulis dan menulis artikel lagi. Kalau belum yakin seratus persen silakan dicoba pasti berhasil. Buka laptop mesin ketik jadul juga boleh, ambil posisi yang tenang pasang lagu kesukaan kamu dan mulailah mengetik atau menulis artikel tentang apa saja yang ada dalam benak kamu, Insya Allah pasti akan berhasil dan selanjutnya saya akan menunggu tulisan dari teman-teman yang telah mempraktekkan teori ini. Sukses menulis artikel!

Read More

Akhirnya Online Juga

Akhirnya Online Juga

Syukur alhamdulillah akhirnya domain baru ini bisa online. Dengan hadirnya domain baru harapan saya bisa melecut kembali semangat untuk tetap menulis dan menulis sepanjang hayat didunia online. Walaupun masih rada canggung dengan domain yang baru online ini, tapi rasa-rasanya jari jemari ini sudah dari tadi penasaran untuk segera menari-nari diatas keyboard. Maklum sedikit ada narsisnya juga mungkin. Dan untuk konten tulisan seperti biasanya tetap dengan jurus mabok alias apa saja yang ada dalam isi batok kepala itulah yang terekam di blog ini. Semoga saja sembari menulis bisa mendapatkan berkah atau ilham dalam membuat tulisan yang lebih banyak lagi. Pengertian online dan offline menurut Wikipedia.

online

Sebenarnya dari awal sempat juga ada keraguan yang datang menghampiri untuk meneruskan proyek domain online ini. Bukan apanya, blog yang lama saja belum sempat diurus dengan baik eh kok malah berani bikin domain baru segala. Jangan-jangan nantinya kedua-duanya tidak terurus. Masih syukur kalau cuma blog yang tidak terurus tapi kalau yang punya tidak terurus kan bisa gawat nantinya.

Kalau soal tampilan blog jangan ditanya lagi. Entah sudah berapa gelas kopi dihabiskan hanya untuk utak-atik blog tapi kok tampilannya itu-itu terus tidak ada yang heboh. Sempat juga sebenarnya mau buat design yang yahud bahkan dengan kepercayaan diri tingkat tinggi untuk membongar kode-kode yang tidak jelas di blog ini dan alhamdulillah kopi sudah habis plus mata yang merah tapi tampilan blog tetap tidak bisa berubah. Dengan sisa ampas kopi maka saya putuskan untuk tetap bertahan seperti apa adanya yang penting isinya, iya kan? Dan yang lebih penting lagi blog ini bisa tetap online dan bermanfaat bagi teman,sahabat,keluarga dan siapa saja yang sempat berkunjung di gubuk reot ini.

Satu hal yang saya pelajari ternyata apa yang kita inginkan belum tentu selalu seperti yang dibayangkan dan hal tersebut bukan lantas membuat kita jadi patah semangat apalagi sampai bunuh diri. Seperti lirik lagu yang sering didendangkan anak saya, syukuri apa yang ada hidup adalah anugrah.. tetap jalani hidup ini menuliskan yang terbaik. Apa hendak dikata, blog ini cuma bisa online apa adanya tapi saya tetap bersyukur karena masih sempat menyapa teman-teman dimana saja berada melalui sebuah tulisan yang tak jelas ujung pangkalnya.

Mohon maaf ya kalau disana-sini banyak kekurangan dan tidak ada sama sekali kelebihannya, soalnya kemampuan saya cuma sampai disitu. Mungkin dalam perjalanan kedepannya akan ada perbaikan disana-sini sehingga blog ini bisa tampil online penuh percaya diri dan ramai kunjungannya. Amin

Berhubung sekarang juga sedang bulan Ramadhan, saya juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Semoga tetap diberi kekuatan dan kesabaran dalam menjalankan ibadah puasa dan yang pasti blog ini tetap online.

Read More

Switch to our mobile site