Bagaimana Menemukan Lailatul Qadar?

Malam Lailatul Qadar adalah malam sangat mulia yang nilainya lebih baik daripada 1.000 bulan, yakni 30.000 x malam biasa.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Pada malam itu, turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS Al Qadar: 1-5)

Lantas, apakah Malam Lailatul Qadar itu sudah pasti pada suatu malam atau berpindah dari suatu malam ke malam lainnya pada setiap tahunnya?

Jawabnya, tidak diragukan lagi bahwa Lailatul Qadar terjadi pada bulan Ramadhan pada satu malam di 10 malam terakhir puasa. Dalam suatu riwayat dikemukakan, di kalangan Bani Israil terdapat seorang lelaki yang suka beribadah malam hari hingga pagi dan berjuang memerangi musuh pada siang harinya.

Perbuatan itu dilakukannya selama seribu bulan. Maka Allah menurunkan ayat ini (QS Al Qadar: 1-5) yang menegaskan bahwa satu malam Lailatul Qadar lebih baik daripada amal seribu bulan yang dilakukan oleh seorang lelaki Bani Israil tersebut.
Para sahabat Rasulullah kagum dan iri karena lelaki Bani Israel tersebut selama 1.000 bulan (83 tahun 4 bulan) selalu beribadah dan berjihad, karena sejak lahir dia sudah berada di atas agama yang lurus.

Sedangkan para sahabat karena ajaran Islam baru disyiarkan Nabi, banyak yang masuk Islam pada umur 40 tahun atau lebih. Sehingga sisa waktu mereka hanya 20-30 tahun saja. Tak bisa menandingi ibadah lelaki dari Bani Israel tersebut. Karena itulah turun ayat di atas. Jika umat Islam beribadah pada malam tersebut, niscaya pahalanya sama dengan pahala 1.000 bulan. Karena itu perbanyaklah salat, zikir, berdoa, membaca Alquran, bersedekah, dan berjihad di jalan Allah pada malam Lailatul Qadar.

Kapan Malam Lailatul Qadar itu terjadi? Yakni pada 1 malam ganjil di antara 10 malam terakhir di bulan Ramadhan (malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29). Pendapat yang paling kuat, terjadinya Malam Lailatul Qadar itu pada 10 malam terakhir Ramadhan. Rasulullah SAW beritikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan bersabda, “Carilah malam Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR Bukhari dan HR Muslim)

CARA MENGISI MALAM
Bagaimana cara mengisi Malam Lailatul Qadar itu?
Aisyah ra, istri Rasulullah berkata, “Nabi apabila telah masuk sepuluh malam (yang akhir dari bulan Ramadhan), mengikat sarung beliau, menghidupkan malam, dan membangunkan istri beliau.” (HR Bukhari)

Di mesjid beliau salat wajib dan sunah, membaca Alquran, berzikir, berdoa, dan sebagainya. Nabi biasa melakukan salat sunah malam (tarawih) pada bulan Ramadhan. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mendirikan (salat malam) Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau.” (HR Bukhari).

Apa yang harus dibaca pada Malam Lailatul Qadar? Rasulullah bersabda, bacalah doa, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku.”
Diriwayatkan, pada Malam Lailatul Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang, dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor kepada setan).

Ciri-ciri orang yang mendapat Malam Lailatul Qadar adalah, dia ibadahnya lebih rajin daripada sebelumnya. Dia jadi lebih rajin salat, puasa, sedekah, dan sebagainya. Tidak berani mengerjakan hal-hal yang maksiat. Tidak mungkin dia mabuk-mabukan, berjudi, atau pun berzina. Insya Allah!
Sumber baca
disini!

Indonesia Banget – qflee

Read More

Switch to our mobile site